Selasa, 10 November 2009

Asuransi syariah optimistis tidak terganggu krisis global

Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan dengan bisnis konvensional pada tahun depan, meski asuransi syariah belum mampu menutupi kelesuan industri asuransi akibat krisis keuangan global.

“Kalau di Indonesia untuk menutupi kelesuan di bisnis konvensional berat, karena pangsa pasar asuransi syariah baru 2,4%. Namun, saya optimistis pasar syariah tidak akan terlalu terganggu dengan krisis ini, walaupun tidak akan seagresif pertumbuhan tahun sebelumnya,” kata Ketua AASI Muhammad Shaifie Zein kepada Bisnis, kemarin.

Dia memperkirakan asuransi konvensional bisa naik sekitar 20% dan asuransi syariah bisa mencapai pertumbuhan hingga 50%.

Untuk mencapai pertumbuhan itu, AASI mempunyai program baru untuk sosialisasi produk asuransi syariah baik jiwa maupun kerugian di beberapa daerah di Tanah Air.

Shaifie menuturkan tahun depan, perusahaannya akan menyambangi daerah yang berdasarkan survei paling tinggi dan paling rendah animo berasuransi syariah di antaranya Medan, Surabaya, dan Pontianak.

Dia mengatakan selama ini pengenalan terhadap produk asuransi syariah belum terlalu besar, tetapi pelaku industri harus berinvestasi untuk sosialisasi. Dia memberi contoh kesuksesan yang diraih PT Prudential Life Assurance karena berani mengalokasikan dana besar untuk iklan dan survei.

Prudential Syariah yang baru beroperasi pada September 2007 hingga akhir tahun ini diperkirakan mampu meraup premi hingga lebih dari Rp 400 miliar. Shaifie optimis bisnis asuransi jiwa syariah tahun depan lebih bagus karena dua perusahaan besar asuransi jiwa yakni PT AIG Life Insurance dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia juga akan memasarkan produk asuransi syariahnya.

Tahun ini, premi asuransi syariah keseluruhan diperkirakan mencapai minimal Rp1,7 triliun. Sektor asuransi jiwa syariah diperkirakan menyumbangkan premi Rp1,2 triliun hingga Rp1,5 triliun, sedangkan asuransi umum Rp450 miliar hingga Rp500 miliar.

Pertumbuhan asuransi kerugian syariah diperkirakan mencapai 45% dari tahun sebelumnya yang didorong oleh pelaku industri itu untuk tidak lagi bergantung pada produk simple risk yang menggarap asuransi individu seperti kendaraan dan rumah tinggal.

Reasuransi juga memberi dukungan dengan memperbesar kapasitas penutupan risiko untuk produk asuransi tanggung gugat (liability) yang selama ini belum banyak digarap.

Shaifie mengatakan pihaknya sedang melihat dampak PP No. 39/2008 yang mencakup aturan modal minimum terhadap keberlangsungan perusahaan. Dia berharap tidak banyak perusahaan yang terpaksa tutup karena hal itu di antaranya berdampak pada koreksi target pertumbuhan asuransi syariah.

ASURANSI PRUDENTIAL INDONESIA

0 komentar:

internet marketing

Prudential Syari'ah Headline Animator

 

My Blog List

  • Ucapan Terima Kasih - Terima Kasih Kepada Lebih Dari 700.000 Nasabah Setia Kami Dari Seluruh Indonesia PT.Prudential Kembali Menjadi Perusahaan Asuransi Terbaik No.1 Di Indo...
    15 tahun yang lalu

kurs terkini

Followers

Prudential Syari'ah Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template